Sabtu, 15 Februari 2014

Lirik lagu iqbaal-tanpamu

Iqbaal-Tanpamu

Andai nafas terhenti
Andai jantungku mati
Ku kan slalu di hatimu

Andai langkah terputus
Andai jejak terhapus
Ku kan slalu di hatimu

Tanpamu hidupku merasa sepi
Tanpamu hidup ini tak berarti

Aku tak bisa bila hidup
Tanpamu aku bukan apa-apa
Tanpamu ku tak merasa sempurna
Aku tak bisa bila hidup
Tanpamu ku merasa kosong
Tanpamu bagai buih di lautan

Andai langkah terputus
Andai jejak terhapus
Ku kan slalu di hatimu

Dalam sedih dan dan tawamu
saat suka dan saat kau mengangis
ku kan selalu ada di hatimu slamanyaaaaaaa
ku tak sanggup, tanpamuuuuuuu

bagaikan daun jatuh
tertiup angin dan menghilang
ku tanpamu tak bisa berdiri di sini tanpamu. ooouooo

Tanpamu hidupku merasa sepi
Tanpamu hidup ini tak berarti

Aku tak bisa bila hidup
Tanpamu aku bukan apa-apa
Tanpamu ku tak merasa sempurna
Aku tak bisa bila hidup
Tanpamu ku merasa kosong
Tanpamu bagai buih di lautan

Selasa, 14 Januari 2014

Conversation in the bank



CONVERSATION IN BANK / PERCAKAPAN DI BANK
A : EXPRESSION OFFERING HELP
Expression
Responding
Can I help you?
Of course
What can I do for you?
Please change this money
Please fill in this form please
Ok thank you


B : DIALOG
Reyhan : teller in bank
Fera : visitor
Changing money
Reyhan : Good morning, can I help you?
Fera  : Good morning. I want to change money. What is the rate of  USD  (US Dollar) today?
Reyhan : The buying rate is Rp 9.200 (nine thousand two hundred), while the selling price is Rp 9.500 (nine thousand five hundred). Would you like to buy or sell USD? 
Fera : sorry, can you repeat your word please?
Reyhan : oh of course madam. The buy rate is Rp 9.200 (nine thousand two hundred), while the selling price is Rp 9.500 (nine thousand five hundred). Would you like to buy or sell USD? 
Fera  : I want to sell USD into Rupiah. 
Reyhan : How much?
Fera : USD 1.000 (one thousand Dollars). 
Reyhan : Please fill in this form first. 
Fera : Thank you.  
Fera : Here is the form, and here is the USD. 
Reyhan : Thank you. I will count first. Please wait a moment. 
fera  : Can I have hundred thousand notes?
Reyhan : I will check first
Reyhan : miss , here is the money. All are in Rp 100.000 notes. Please count first. 
Fera  : Thank you. Can I have a plastic bag? 
Reyhan : Sorry we don’t have plastic bag. You can use this envelope. 
Fera : Thank you. 
Reyhan  : you’re well come sir, and thaks of your visited in this bank
Fera : okay!

C : KEY WORDS
Ø  Plastic bag : kresek plastik
Ø  Anvelope : amplop
Ø  Cange : menukar
Ø  Money : uang
Ø  In this bank : di bank ini
Ø  Count : mengecek
Ø  Repeat : mengulangi
Ø  Word : kata
Ø  Form : formulir
Ø  Fill : mengisi
Ø  Wait : tunggu

BY : @NisaFifi99 on twitter

Sabtu, 11 Januari 2014

Lirik Lagu Iqbaal Ft. Adi B.S-Lest do possitive think be faster and better

Lirik lagu Iqbaal D. Ramadhan Ft. Adi Bing Slamet-Lest do possitive think be faster and better

Lest do possitive think be faster and better
ya ya ya ya
Lest do possitive think be faster and better
Lest do possitive think,Lest do possitive think

Ok! OK! sekarang giliran gue
GUe orang ndeso nanti jadi elo gue
Yee tenag aje bukan maksud tuk bergaye tapi biar matching nge-rap-nye aje

Halo Halo ono opo nang kono kang
Lihatlah nang kono podo sak penak'e dewe
pergaulan bebas narkoba dibudi daye
Jangan biarkan budaya itu menyerang kita

Jauhkkan diri dari perbuatan itu kawan
jangan lupa untuk saling mengingatkan
akan bahayanya perbuatan
Dan jangan sampai terjerumuskan

Ayo-ayo yang biak baik aje
Jangan sia-siakan indahnya hari hari
Anak muda lest do possitive think aje
Dan seperti apa yang kita kate

Lest do possitive think be faster and better
ya ya ya ya
Lest do possitive think be faster and better
Lest do possitive think,Lest do possitive think

Lest do possitive think be faster and better
ya ya ya ya
Lest do possitive think be faster and better
Lest do possitive think,Lest do possitive think
Ya ya ya ya ya ya

Ok! Ok! sekarang gue lagi
Gue masih di sini masih pakek elo gue
Ayo rame rame  ingatkan para pemude
untuk lakukan Lest Do Possitive Think aje

Jauhkkan diri dari perbuatan itu kawan
jangan lupa untuk saling mengingatkan
akan bahayanya perbuatan
Dan jangan sampai terjerumuskan

Lest do possitive think be faster and better
ya ya ya ya
Lest do possitive think be faster and better
Lest do possitive think,Lest do possitive think
Ya ya ya ya ya ya

Lest do possitive think be faster and better
ya ya ya ya
Lest do possitive think be faster and better
Lest do possitive think,Lest do possitive think
Ya ya ya ya ya ya

Lest do possitive think be faster and better
ya ya ya ya
Lest do possitive think be faster and better
Lest do possitive think,Lest do possitive think
Ya ya ya ya ya ya

Lest do possitive think be faster and better
ya ya ya ya
Lest do possitive think be faster and better
Lest do possitive think,Lest do possitive think
Ya ya ya ya ya ya


Lirik lagu Iqbaal D. Ramadhan-Tanpamu

lirik lagu Iqbaal D. Ramadhan-Tanpamu

Andai nafas terhenti
Andai Jantungku mati
Ku kan slalu dihatimu

Andai langkah terputus
Andai jejak terhapus
Ku kan slalu dihatimu

Tanpamu
Hidup ini tak berarti
Tanpamu
Hidupku merasa sepi

Aku tak bisa
Bila hidup tanpamu
Aku bukan apa-apa
tanpamu
Ku tak merasa sempurna
Aku tak bisa bila hidup tanpa mu
ku merasa kosong
tanpamu
bagi buih di lautan

Andai langkah terputus
Andai jejak terhapus
Ku kan slalu dihatimu

Nafas dirimu dalam tawamu
Dalam suka dan saat kau menangis
Ku kan slalu di hatimu selamanyaa
Ku tak sanggup tanpamu

Bagaikan daun jatuh
tertiup angin dan menghilang
ku tanpamu tak bisa berdiri di sini

Lirik lagu Coboy Junior-Pelangi Dan mimpi

Coboy Junior-Pelangi Dan Mimpi

Dulu aku cuma anak kampung yang hanya punya mimpi
Laskar Pelangi dari Belitong bermimpi menjelajahi  dunia

Hidup itu sebuah perjalanan
Perjalanan Cerita yang kita nggak akan pernah tau kemana arahnya
Tapi perjalanannya selalu mengikuti arah kaki kita melangkah
Mimpi yang membawa kita semua untuk menikmati indahnya dunia

Mimpi itu awal dari cita-cita
Mimpi terus sampai tuhan memeluk diri kita

\Mulai menyanyi/

Kamu aku dia dan mereka
Pernah punya mimpi,punya cita-cita
kamu aku dia dan mereka
pasti ingin semua mimpi menjadi nyata

yang bisa kita lakukan semua
walau takut tapi kita bisa
pasti ada jalan untuk para pemimpi
untuk menuju ujung cita

hidup akan berwarna jika kita terus berlari
diantara indahnya warna warni pelangi
laskar pelangi teruslah melangkah dan bermimpi
bermimpilah terus hingga tuhan kan memeluk dirimu

kamu aku dia dan mereka (kamu aku dia dan mereka)
pasti ingin semua mimpi menjadi nyata (uuu)
dan kita bisa lakukan semua
walau tak mudah pasti kita bisa
masih ada jalan tuk para pemimpi
menuju ujung cita.. (Menuju ujung citaa)

hidup akan berwarna jika kita terus berlari
diantara indahnya warna warni pelangi
laskar pelangi teruslah melangkah dan bermimpi
bermimpilah terus hingga tuhan kan memeluk mimpimu

hidup akan berwarna jika kita terus berlari
diantara indahnya warna warni pelangi
laskar pelangi teruslah melangkah dan bermimpi
bermimpilah terus hingga tuhan kan memeluk mimpimu

hidup akan berwarna jika kita terus berlari
diantara indahnya warna warni pelangi
laskar pelangi teruslah melangkah dan bermimpi (teruslah melangkah dan bermimpi)
bermimpilah terus hingga tuhan kan memeluk mimpimu (peluklah dirimu)

teruslah berlari....
laskar pelangi...


selamat menikmati liriknya sob :)
dan terima kasih atas kunjungannya :)
N' Don't forget to follow me :) @NisaFifi99 (on twitter)

Jumat, 13 Desember 2013

biografi ilmuan islam paling berpengaruh di dunia

 Pada kurun waktu abad ke-6 M sampai abad ke-20 M, Islam telah melahirkan ribuan ilmuwan di segala bidang. Mereka merupakan tokoh yang telah memberi sumbangan besar bagi dunia ilmu pengetahuan. Berikut ini nama, bidang ilmu, karya, dan sumbangan ilmuwan muslim terkenal, yang disusun secara alfabetis.

NAMA
Tahun
NAMA LENGKAPBIDANG dan KARYA TULISSUMBANGAN
Abdus Salam
1926-1996
Abdus SalamFisikaMenciptakan "teori Medan Terpadu". Ia meraih hadiah Nobel bidang fisika (1979).
Abu Qasim az-Zahrawi
(Abucasis) w. 1106
Abu al-Qasim Khalaf bin Abbas az-ZahrawiKedokteran (ahli bedah)
- Kitab al-Mansur
- at-Tasrif li Man Arjaza 'an at-Ta'lif
- Perintis olmu pengenalan penyakit (diagnostik) dan cara penyembuhan (terapi) penyakit telinga
- Pelopor ilmu penyakit kulit
- Peletak dasar pengembangan kedokteran gigi
Abu al-Wafa
940-998
Muhammad bin Muhammad bin Yahya bin Ismail bin al-Abbas Abu Wafa' al-BuzajaniAstronomi dan matematika (trigonometri)
- Fi ma Yakhtaj ilaih al-Kuttab wa al-'Ummal min 'Ilm al-Hisab
- Mengemukakan teori sinus untuk segitiga bola
- Mengembangan istilah tangen, kotangen, sekan, dan kosekan dalam trigonometri
al-Asmai
740-828
Abdul Malik Ibnu Quraib al-AsmaiZoologi, botani, anatomi, dan peternakan
- Kitab al-Ibil
- Kitab al-Khalil
- Kitab al-Wuhusy
- Kitab as-Sa'
- Kitab Khalq al-Insan
- Meneliti perkembangbiakan kuda dan unta, meneliti tingkah laku dan mengklasifikasi tumbuhan dan hewan
- Menulis buku tentang anatomi manusia
al-Battani
(Albategnius, Albatanius) 859-929
Abu Abdullah Muhammad bin Jabir Ibnu Sinan al-BattaniAstronomi dan geografi
- Zij as-Sabi
Mengkritik dogma ptolemaeus tentang diamnya titik apoge matahari
al-Biruni
973-1048
Abu ar-Rayhan Muhammad bin Ahmad al-BiruniGeografi, astronomi, pengembang ilmu falak, fisika, kedokteran, bahasa, geologi, dan mineralogi.
- al-Qanun al-Mas'udi fi al-Hai'ah wa an-Nujum
- Membuat tabel sinus dan tangen yang pertama dalam sejarah matematika
- Menemukan tujuh cara untuk menemukan arah utara dan selatan, dan menemukan teknik matematis untuk menentukan awal musim
ad-Damiri
1341-1405
Muhammad bin Musa bin Isa Kamal ad-Din ad-DamiriKedokteran hewan dan pertanian
- Hayah al-Hayawan
Menyusun buku tentang nama hewan, watak dan tingkah lakunya, serta pemakaian nama hewan itu dalam hadis dan syair Arab
al-Farabi
870-950
Abu Nasr Muhammad bin Muhammad bin Tarkhan bin Awzalagh al-FarabiMusik, Ilmu mantik (logika), fisika, metafisika, dan ilmu politik
- Agrad al-Kitab ma Ba'da at-Tabi'ah
- Kitab al-Musiq al-Kabir
Mengklasifikasikan ilmu menjadi, yaitu ilmu bahasa, ilmu logika, ilmu persiapan, ilmu kealaman, dan ilmu masyarakat, Pemikiran filsafatnya yang terkenal ialah penjelasan tentang emanasi (pemancaran dari Tuhan)
al-Fargani
(Alfraganus) w. 861
Abu al-Abbas Ahmad bin Muhammad bin KhatirAstronomi dan geografi
- Kitab Usol al-Falaq
- Jawami' 'Ilm an-Nujom wa Usul al-Harakah as-Samawiyah
Membuat jadwal apoge (apogeum) dan perige (perigeum) planet dengan sistem koresponden episikel ke dalam eksentrisitas dan elips yang terdapat dalam astronomi modern
Ibnu al-Baitar
w. 1248
Abu Muhammad Abdullah bin Ahmad ad-Din bin al-baitar al-MalakiKedokteran hewan, farmakologi, dan botani
- al-Mugni fi al-Adwiya' al-Mufradat
- al-Jami' Ii Mufradat al-Adwiya' wa al-Agdiya'
Menyusun buku ramuan obat-obatan untuk berbagai penyakit
Ibnu Bajjah
(Avempace) 1090-1139
Abu Bakr Muhammad bin Yahya bin as-Sa'igh at-Tujibi as-SarakustiFilsafat kedokteran, dan musikMemberikan penjelasan islamiah yang bersifat sistematik tentang ajaran Aristoteles
Ibnu Haitam
(Alhazen) 956-1039
Abu Ali al-Hasan bin HaitamFisika, metematika, dan optika
- Kitab al-Manazir
- Mizan al-Hikmah
Menemukan hukum refraksi
Ibnu Khaldun
1332-1395
Abdurrahman bin Muhammad bin KhaldunSosiologi, filsafat, sejarah, dan ilmu politik
- Kitab al-'Ibr
- al-Muqaddimah
Menulis buku tentang sejarah dunia yang memuat berbagai aspek pengetahuan
Ibnu Maskawih
w. 1030
Abu Ali Ahmad bin Muhammad bin Ya'kub bin MaskawihSejarah, filsafat, dan kedokteran Kitab Tajarib al-UmamPemikiran utama filsafatnya ditujukan pada etika dan moral. Ia mencoba membuktikan bahwa penciptaan bermula dari ketiadaan
Ibnu Rusyd
(Averroes) 1126-1198
Abu al-Walid Muhammad bin Ahmad bin Muhammad bin RusydKedokteran, biologi, fisika, astronomi, dan filsafat
- Bidayah al-Mujtahid
- Kitab al-Kulliyat fi at-Tibb
Perintis kedokteran umum dan ilmu jaringan tubuh (histologi)
Ibnu Saffar
w. 1035
Abu al-Kasim ahmad bin Abdullah bin Umar al-Ghafiki al-AndalusiaAstronomi dan matematika Abucazim filio AsafarMenulis sejumlah tabel astronomi dan cara penggunaan astrolabe
Ibnu Sina
(Avicenna) 980-1037
Abu Ali al-Husein bin Abdullah bin Hasan Ali bin SinaKedokteran, filsafat, Ilmu agama, matematika, logika, astronomi, dan musik
- al-Majmo'
- as-Syifa'
- al-Qanun fi at-Tibb
- Mengemukakan filsafat jiwa (an-nafs) dan kenabian
- Perintis ilmu tentang penyakit syaraf
Ibnu Tufail
1100-1185
Abu Bakar Muhammad bin Abdul Malik bin Muhammad bin Muhammad bin Tufail al-QaysiKedokteran, filsafat, dan matematika
- Hayy Ibn Yaqzan
- Mengungkapkan kekuatan akal manusia dan manfaat filsafat
- Mengemukakan gagasan astronomi yang memberi pengaruh bagi al-Biruni untuk menyanggah dan membuktikan kekeliruan teori Ptolemaeus mengenai lingkaran episikel dan eksentrisitas
Ibnu Wafid
1.1007
Abu al-Mutarrif Abdur Rahman bin Muhammad al-Lakhmi bin al-WafidKedokteran dan farmakologi
- Kitab al-Mugi fi al-Adwiyah al-Mufradah
- Merumuskan pengukuran diet untuk penyembuhan penyakit
- Menemukan metode peyelidikan efek obat bius
Ibnu Yunus
958-1009
Abu al-Hasan Ali bin Abi Said Abdur Rahman bin Yunus as-SadafiMatematika dan astronomi
- az-Zij al-Kabir al-Hakimi
Menemukan rubu berlubang (gunners quadrant) untuk mengukur gerak bintang
Ibnu Zuhr
(Avenzor) 1091-1131
Abu Marwan bin Abi al-Ala bin ZuhrKedokteran
- Kitab at-Taisir fi al-Mudawa wa at-Tadbir
- Kitab at-Iqtisad fi Islah al-Anfus wa al-Ajsad
- Kitab al-Agdiya' wa al-Adwiya'
- Kitab as-Sina
- Kitab al-Jami' fi al-Asyribah wa al-Majin
- Kitab Mukhtasar Hilat al-Bur' li-Jalinus
- Risalah fi Tafdil al-'Asal ala as-Sukkar
Mengenalkan konsep tubuh manusia yang terdiri dari empat unsur yaitu empedu, kelenjar getah bening, cairan, dan darah
al-Idrisi
1099-1153
Abu Abdullah Muhammad bin Muhammad bin Abdullah bin Idrisi al-Ali bin AmrullahKimia dan kedokteran
- al-Khawas al-Kabir
Menggambarkan secara astronomis letak suatu tempat di permukaan bumi
Jabir bin Hayyan
(Geber) 721-815
Abu Abdullah Jabir bin Hayyan al-Kufi as-Sufi (Bapak ilmu kimia)Geografi
- Kitab Nazhah al-Maslak fi Ikhtira' al-Afaq
- Kitab al-Jami' li Asytat an-Nabat
- Membuat timbangan yang mampu menimbang benda yang beratnya 6.480 kali lebih kecil dari satu kilogram
- Mendefinisikan senyawa kimia sebagai gabungan unsur yang sangat kecil
al-Khawarizmi
780-850
Abu Ja'far Muhammad bin Musa al-KhawarizmiMatematika dan astronomi
- al-Kitab al-Mukthtasar fi Hisab al-Jabr wa al-Muqabalah
Memelopori penggunaan angka "0" dalam ilmu hitung. Metodenya untuk menghitung dikenal dengan "algoritma".
al-Kindi
801-869
Abu Yusuf Ya'kub bin Ishak al-KindiFilsafat (filsuf muslim pertama), astronomi, kimia, dan matematika
- Risalah fi Madkhal ila a-Aritmatiqi
- Risalah al-Kammiyah al-Mudafah
Mensintesiskan beberapa campuran kimia melalui proses penyulingan, penguapan, peleburan, dan pengendapan, menjadi kaca, perhiasan, dan minyak wangi
al-Mahani
w. 874
Abu Abdullah Muhammad bin Isa al-MahaniMatematika dan astronomi- Mengamati gerhana bulan dan matahari serta kedudukan planet
- Menulis uraian teori Euclid dan Archimedes
- Merumuskan persamaan x3 + c2b = cx2
an-Nairizi
w. 922
Abu Abdullah Muhammad bin Isa al-MahaniAstronomi dan matematika- Mengumpulkan tabel astronomi dan menulis fenomena atmosfer serta menulis uraian teori Ptolemaeus dan Euclides
- Merumuskan persamaan tangen yang disebut umbra
Sabit bin Qurrah
833-911
Sabit bin QurrahAstronomi dan matematika (geometri)
Menerjemahkan Kitab Almagest, karangan Ptolemaeus ke dalam bahasa Arab dan membuat ikhtisarnya
- Kritikus pertama atas astronomi Ptolemaeus
- Menganalisis pergerakan matahari dan bulan, kemudian menulis risalah tentang penentuan waktu berdasarkan gerak matahari
at-Tabari
838-870
Ali Ibnu Rabban at-TabariKedokteran, matematika, dan astronomi
- Firdaus al-Hikmah
- Din ad-Daulah
- Hifz as-Sihbah
Menulis Firdaus al-Hikmah, ensiklopedi kedokteran pertama, yang menggabungkan berbagai cabang ilmu kedokteran
at-Tusi
1201-1274
Nasiruddin Muhammad at-TusiMatematika, astronomi, dan filsafat
- Tazkirah fi 'Ilm al-Hai'ah
- Zij-I Il-Khani
Membuat model gerak planet
Umar Khayyam
1048-1131
Giyasuddin Abu al-Fath Umar bin Ibrahim al-KhayyamiSastra, astronomi, astrologi, kedokteran, filsafat, dan matematika
- al-Jabr
- Ruba'iyat
Mengklasifikasi persamaan tingkat satu (persamaan linier) serta memikirkan kemungkinan dan mengutamakan masalah persamaan pangkat tiga (kubik) yang berpangkal dari persamaan umum
Zakaria ar-Razi
(Rhazes) 864-930
Abu Bakr Muhammad bin Zakariyya ar-RaziKedokteran, kimia, dan filsafat
- al-Hawi (eksiklopedi kedokteran)
- Menulis eksiklopedi kedokteran
- Menemukan air raksa
- Mengklasifikasi zat kimia
- Meneliti penyakit cacar

biografi al razi

Biografi Al Razi - Kali ini kita masih membahas tentang biografi salah seorang tokoh Islam yang berpengaruh bagi peradaban ilmu pengetahuan. Tokoh yang satu ini diketahui sebagai ilmuwan serba bisa dan dianggap sebagai salah satu ilmuwan terbesar dalam Islam. Kenapa bisa demikian? Langsung saja berikut sekilas mengenai biografi Al Razi.
Nama aslinya adalah Abu Bakar Muhammad bin Zakaria ar-Razi atau dikenali sebagai Rhazes di dunia barat merupakan salah seorang pakar sains Iran yang hidup antara tahun 864 - 930. Ar-Razi lahir di Rayy, Teheran pada tanggal 28 Agustus 865 Masehi/251 H. dan meninggal pada tanggal 9 Oktober 925 Masehi/313 H. Nama Razi-nya berasal dari nama kota tersebut yang  terletak di lembah selatan jajaran Dataran Tinggi Alborz yang berada di dekat Teheran, Iran. Di kota ini juga, Ibnu Sina menyelesaikan hampir seluruh karyanya.
Ar-Razi sejak muda telah mempelajari filsafat, kimia, matematika dan kesastraan. Dalam bidang kedokteran, ia berguru kepada Hunayn bin Ishaq di Baghdad. Sekembalinya ke Teheran, ia dipercaya untuk memimpin sebuah rumah sakit di Rayy. Selanjutnya ia juga memimpin Rumah Sakit Muqtadari di Baghdad.

Saat masih kecil, ar-Razi tertarik untuk menjadi penyanyi atau musisi tapi dia kemudian lebih tertarik pada bidang alkemi. Pada umurnya yang ke-30, ar-Razi memutuskan untuk berhenti menekuni bidang alkemi dikarenakan berbagai eksperimen yang menyebabkan matanya menjadi cacat. Kemudian dia mencari dokter yang bisa menyembuhkan matanya, dan dari sinilah ar-Razi mulai mempelajari ilmu kedokteran.
Dia belajar ilmu kedokteran dari Ali ibnu Sahal at-Tabari, seorang dokter dan filsuf yang lahir di Merv. Dahulu, gurunya merupakan seorang Yahudi yang kemudian berpindah agama menjadi Islam setelah mengambil sumpah untuk menjadi pegawai kerajaan dibawah kekuasaan khalifah Abbasiyah, al-Mu'tashim.
Razi kembali ke kampung halamannya dan terkenal sebagai seorang dokter disana. Kemudian dia menjadi kepala Rumah Sakit di Rayy pada masa kekuasaan Mansur ibnu Ishaq, penguasa Samania. Ar-Razi juga menulis at-Tibb al-Mansur yang khusus dipersembahkan untuk Mansur ibnu Ishaq. Beberapa tahun kemudian, ar-Razi pindah ke Baghdad pada masa kekuasaan al-Muktafi dan menjadi kepala sebuah rumah sakit di Baghdad.
Setelah kematian Khalifan al-Muktafi pada tahun 907 Masehi, ar-Razi memutuskan untuk kembali ke kota kelahirannya di Rayy, dimana dia mengumpulkan murid-muridnya. Dalam buku Ibnu Nadim yang berjudul Fihrist, ar-Razi diberikan gelar Syaikh karena dia memiliki banyak murid. Selain itu, ar-Razi dikenal sebagai dokter yang baik dan tidak membebani biaya pada pasiennya saat berobat kepadanya.
Beliau juga membuat perbedaan antara penyakit yang bisa disembuhkan dan yang tidak bisa disembuhkan. Al-Razi kemudian menyatakan bahwa seorang dokter tidak bisa disalahkan karena tidak bisa menyembuhkan penyakit kanker dan kusta yang sangat berat. Sebagai tambahan, al-Razi menyatakan bahwa beliau merasa kasihan pada dokter yang bekerja di kerajaan, karena biasanya anggota kerajaan suka tidak mematuhi perintah sang dokter.
Al-Razi juga mengatakan bahwa tujuan menjadi dokter adalah untuk berbuat baik, bahkan sekalipun kepada musuh dan juga bermanfaat untuk masyarakat sekitar.
Beberapa ilmuwan barat berpendapat bahwa beliau juga merupakan penggagas ilmu kimia modern. Hal ini dibuktikan dengan hasil karya tulis maupun hasil penemuan eksperimennya.
Al-Razi berhasil memberikan informasi lengkap dari beberapa reaksi kimia serta deskripsi dan desain lebih dari dua puluh instrument untuk analisis kimia. Al-Razi dapat memberikan deskripsi ilmu kimia secara sederhana dan rasional. Sebagai seorang kimiawan, beliau adalah orang yang pertama mampu menghasilkan asam sulfat serta beberapa asam lainnya serta penggunaan alkohol untuk fermentasi zat yang manis.
Beberapa karya tulis ilmiahnya dalam bidang ilmu kimia yaitu:
  1. Kitab al Asrar, yang membahas tentang teknik penanganan zat-zat kimia dan manfaatnya.
  2. Liber Experimentorum, Ar-Razi membahas pembagian zat kedalam hewan, tumbuhan dan mineral, yang menjadi cikal bakal kimia organik dan kimia non-organik.
  3. Sirr al-Asrar:
  • lmu dan pencarian obat-obatan daripada sumber tumbuhan, hewan, dan galian, serta simbolnya dan jenis terbaik bagi setiap satu untuk digunakan dalam rawatan.
  • Ilmu dan peralatan yang penting bagi kimia serta apotek.
  • Ilmu dan tujuh tata cara serta teknik kimia yang melibatkan pemrosesan raksa, belerang (sulfur), arsenik, serta logam-logam lain seperti emas, perak, tembaga, timbal, dan besi.
Menurut H.G Wells (sarjana Barat terkenal), para ilmuwan muslim merupakan golongan pertama yang mengasas ilmu kimia. Jadi tidak heran jika sekiranya mereka telah mengembangkan ilmu kimia selama sembilan abad bermula dari abad kedelapan masehi.
Karya Emas
Beliau termasuk salah satu ikon emas umat Islam. Dengan otak emasnya, beliau menghasilkan karya yang sangat populer yang sampai membuat kalangan istana kekristenan Eropa menaruh perhatian besar.
Setelah peristiwa Perang Salib, raja-raja di Eropa memerintahkan agar semua karya al-Razi diterjemahkan dalam bahasa Latin, yang merupakan bahasa resmi ilmu pengetahuan Eropa pada masa itu. Beliau juga berhasil menemukan cara membuat alkohol. Dikemudian hari, penemuan tersebut ditindaklanjuti oleh Arnol Pilinov. Pada abad 13, alkohol menjadi populer.
Sekitar 200an buku lebih telah beliau sumbangkan pada kemajuan dunia ini :
1. Dalam bidang kedokteran
  • Kitab al-Mansoori, yang terdiri dari 10 jilid, membahas secara detil tentang pengobatan era Arab-Yunani
  • Al-Havi, ensiklopedia kedokteran yang terbesar disusun pada masa itu
  • Kitab al-Mulooki dan
  • Kitab al-Judari wa al-Hasabah, di kitab ini Ar-Razi untuk pertama kalinya membahas penanganan penyakit cacar.
  • Man la Yahdhuruhuth (Pengobatan Alternatif Ketika Tidak Ada Dokter)
  • Al-Thibbur Ruhani (Pengobatan Rohani)
2. Dalam bidang kimia
  • Kitab al Asrar, yang membahas tentang teknik penanganan zat-zat kimia dan manfaatnya.
  • Liber Experimentorum, Al-Razi membahas pembagian zat kedalam hewan, tumbuhan dan mineral, yang menjadi cikal bakal kimia organik dan kimia non-organik.
  • Penemuannya yang lain adalah teknik pembuatan asam sulfur serta penggunaan alkohol untuk fermentasi zat yang manis.
3. Dalam bidang ilmu kalam ia mengarang :
  • Al Muthalib al ‘Aliyah min al Ilmi al Ilahi
  • Asas Al Taqdis
  • Al Arbain fii ushul al Din
  • Muhassal afkar al Mutaqaddimin wal al Mutaaakhkhirin min ulama wal Hukama wal al mutakalimin.
4. Dalam bidang tasawuf, diantaranya :
  • Al Irsyad al Nadhar ilaa lathaif al Asrar
  • Syarah ‘Uyun al Hikmah
5. Dalam bidang filsafat, diantaranya :
  • Syarah Qishm al Ilahiyyah min al Isyarat li ibn Sina
  • Syarah al Isyrah wa al Tanbihat li ibn Sina
  • Syarah al Qanun li ibn Sina
  • Lubab al Isyarat.
6. Dalam bidang sejarah
  • Manaqib al Imam Syafi’I
  • Syarah Saqt al Zind li al Mu’ri
7. Dalam bidang Ushul Fiqih
  • Al mahsul fii ilmi Ushul Fiqih
  • Al Ibthal al Qiyasi
8. Dalam bidang tafsir
  • Al asrar al Tanzil wa anwaru al ta’wil
  • Ihkam al ahkam
  • Al Burhan Fi Qirrati al Qur’an
  • Dzurrtu al Tazil wa al Ghurratu al Ta’wil fii ayat Mutasyabihat
  • Al Bayan wa al Burhan fii al Radd’ ala ahli wa Thugyan
  • Tafsir Ar-Razi
Juga Beliau mengarang lain kitab,diantaranya
  • Al-Shirath al-dawlah
  • Amarah al-Iqbal al-Dawlah
  • Kitab al-Ladzdzah
  • Kitab al-‘Ilm al-Ilahi
  • Maqalah fi ma ba’d al-Thabi’iyyah
  • Al-Shukuk ‘ala Proclus
Adapun diantara karya tulis yang paling besar adalah buku Tafsir yang berjudul Mafatih Al Ghaib, yang disebut juga al Tafsir al Kabir (Tafsir Besar) yang terdiri atas belasan jilid / melalui karya tafsirnya itu ia berupaya mencurahkan segenap ilmunya yang ensklopedis. Melalui ayat-ayat yang menyentuh bidang filsafat, ia tuangkan bahsan-bahasan yang bersifat filsafi, melalui ayat-ayat yang menyentuh bidang teologi, ia tuangkan bahasan yang bersifat teollogi, dan tidak lupa tujuan membenarkan paham Asy’ariyah, melalui ayat-ayat yang menyentuh bidang fiqih, ia menyajikan perbincangan-perbincangan masalah fiqih dan seterusnya.
Melalui tafsirnya ia tuangkan bahwa dalam Al-Quran itu mengandung berbagai asfek kehidupan dan realitas, menghendaki penguasaan banyak bidang pengetahuan bagi siap saja, baik secara sendiri-sendiri atau berkerjasama yang ingin menyingkapkan maksud al-Qur’an secara lengkap. Karena disana mengandung berbagai macam disiplin ilmu.
Disamping kitab-kitab tersebut, masih banyak terdapat karya-karya beliau berupa manuskrif baik dalam tulisan Arab maupun tulisan Persia, Demikianlah Al Razi dalam karyanya.
Kematian
Al- Razi adalah orang yang murah hati, sayang pada pasien-pasiennya, dermawan kepada orang-orang miskin, karena itu ia memberikan pengobatan sepenuhnya tanpa meminta bayaran sedikitpun. Jika tidak bersama murid dan pasiennya, ia selalu menghabiskan waktunya untuk menulis dan belajar.(Syarif, ed.1996:33)
Mungkin ini yang menyebabkan penlihatannya berangsur-angsur melemah dan akhirnya ia menjadi buta. Ada yang mengatakan sebab kebutaanya karena banyak makan buncis (Baqilah).(Syarif, ed.1996:33)
Penyakitnya bermula dari rabun  dan akhirnya menjadi buta sama sekali. Ia pun menolak untuk diobati. Dan mengatakan bahwa pengobatan itu akan sia-sia belaka, karena sebentar lagi ia akan meninggal dunia.
Beberapa hari kemudian ia meninggal dunia pada tanggal 5 Sya’ban 313 H/ 27 Oktober 925 M. (Syarif, ed.1996:33)
Referensi :
http://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad_bin_Zakariya_al-Razi
http://kolom-biografi.blogspot.com/2009/11/biografi-al-razi-865-925-sang-kimiawan.html
http://nuruliman2304.blogspot.com/2013/03/ar-razi-dokterfilsuf-dan-kimiawan.html

IBNU KHALDUN-sang bapak sosiologi

IBNU KHALDUN-sang bapak sosiologi
Nama asli Ibnu Khaldun adalah Abdullah al-Rahman Ibnu Muhammad. Ia lahir pada tahun 1332 (723 H) di Tunisia dari keluarga bangsawan. Sebenarnya, keluarga Ibnu Khaldtn bukan berasal dari Tunisia, tapi dari wilayah Seville di Spanyol.
Ibnu Khaldun memperdalam ilmunya di Tunisia dan Maroko.
Di sana, ia belajar al-Qur'an, hadis, dan berbagai macam cabang ilmu Islam, seperti ilmu teologi dialektikal dan hukum Islam. Selain itu, ia juga mempelajari matematika, astronomi, filosofi, dan literatur Arab. Dengan kecerdasannya, Ibnu Khaldun berhasil menguasai semua ilmu itu dalam waktu singkat. Tak heran, ia telah bekerja pada Sultan Barquq, seorang Kaisar Mesir, pada usia belasan.
Ibnu Khaldun banyak menghabiskan waktu, tenaga, dan kepandaiannya untuk terjun ke dunia politik praktis. Ia pernah bekerja untuk Pemerintah Tunisia dan Fez (Maroko), Granada (Islam Spanyol) dan Biaja (Afrika Utara). Pada tahun 1375, Ibnu Khaldun melarikan diri dari Turmoil, Afrika Utara, karema terlibat suatu masalah. Ia lalu menuju kota Granada di Spanyol dengan maksud mengasingkan diri. Namun, karena kegiatan politiknya di masa lalu, Pemerintah Granada menolak kedatangannya. Ibnu Khaldun kemudian menuju Aljazair dan tinggal di sebuah desa kecil bernama Qalat Ibnu selama empat tahun. Di sana, Ibnu Khaldun mulai menulis karya sastra terbesarnya, yaitu Muqaddimah. Karya ini kelak menempatkan namanya di antara nama besar para sejarawan, sosiolog, dan filosof dunia.
Muqaddimah adalah sebuah buku yang berisi pemikiran cemerlang Ibnu Khaldun. Dalam buku ini, Ibnu Khaldun membahas masalah sejarah dan menganalisa hubungan dinamis antarmanusia. Menurut sejumlah intelektual dunia, keberadaan Muqaddimah sangat penting karena memberi ara pada ilmu psikologi, ekonomi, linkungan hidup, dan sosial.
Selain terkenal sebagai penulis sejarah dan manusia, Ibnu Khaldtn juga dikenal sebagai seorang kritikus sejarah yang disegani. Ia adalah tokoh yang memperkenalkan ilmu analisa peradaban manusia dan faktor-faktor yang mendukungnya. Selain itu, ia juga berhasil menemukan beberapa ilmu baru yang berkaitan dengan peradaban manusia. Misalnya, ilmu pembangunan sosial, yang kini disebut sosiologi.
Meskipun hidup pada abad lampau, tapi pemikiran Ibnu Khaldun tergolong sangat maju. Misalmya, ia pernah berpendapat bahwa kehidupan beragama adalah salah satu faktor pentin yang mampu menyatukan Jazirah Arab. Selain itu, ada satu pernyataan Ibnu Khaldun yang dijadikan pijakan bagi parailmuwan hingga kini. Pernyataan tersebut berbunyi, "Sejarah adalah subyek menuju hukum-hukum universak." Sejak jauh hari, Ibnu Khaldun juga sudah menyimpulkan beberapa penyebab kehancuran sebuah negara atau pemerintahan, yaitu ketidakadilan, kekecewaan rakyat, dan tirani.
Selain sebagai sejarawan dan sosiolog, Ibnu Khaldun dikenal pula sebagai perintis pendidikan modern. Ia sangat percaya pada kekuatan akal, bukan kekuatan fisik. Menurutnya, kekuatan fisik hanya membuat seseorang malas, munafik, dan suka berbohong. Ibnu Khaldun hidup pada saat mesir tengah mengalami kemerosotan moral dan pendidikan. Hal tersebut membuat Ibnu Khaldun menghabiskan waktunya untuk mengumpulkan data dan mengingatkan orang-orang tentang pentingnya peradaban. Di kemudian hari, pemikiran dan analisa Ibnu Khaldun sangat bagi perkembangan dunia politik, sosial, sejarah, filosofi, dan pendidikan.
Demikianlah sob, sekilas sejarah, dan juga biografi seorang Khaldun. Jika ada kesalahan kami mohon dengan sangat sebuah kritikan dari para sobat semuanya. Akhir kalam ane ucapkan.
Wassalam

10 Ilmuwan Muslim Terbesar Dan Terhebat Sepanjang Sejarah

10 Ilmuwan Muslim Terbesar Dan Terhebat Sepanjang Sejarah 
 
| Un1x Project | Para ilmuwan dan penemu Muslim (Arab, Persia dan Turki) telah berhasil membuat beberapa penemuan yang luar biasa ratusan tahun lebih dulu dibanding rekan-rekan mereka di Eropa. Mereka menarik pengaruh dari filsafat Aristoteles dan Neo-Platonis, termasuk Euclid, Archimedes, Ptolemy dan lain-lain. Kaum muslimin pada saat itu telah berhasil membuat berbagai penemuan di bidang kedokteran, bedah, matematika, fisika, kimia, filsafat, astrologi, geometri dan bidang lainnya.yang tak terhitung jumlahnya dan menuliskan karya-karyanya dalam berbagai buku.

Berikut beberapa ilmuwan dan penemu muslim dengan penemuan luar biasa mereka.


1. AL-FARABI


Abū Nasir Muhammad bin al-Farakh al-Fārābi (872-950) disingkat Al-Farabi adalah ilmuwan dan filsuf Islam yang berasal dari Farab, Kazakhstan.

Ia juga dikenal dengan nama lain Abū Nasir al-Fārābi (dalam beberapa sumber ia dikenal sebagai Abu Nasr Muhammad Ibn Muhammad Ibn Tarkhan Ibn Uzalah Al- Farabi, juga dikenal di dunia barat sebagai Alpharabius, Al-Farabi, Farabi, dan Abunasir).

Al Farabi dianggap sebagai salah satu pemikir terkemuka dari era abad pertengahan.

Selama hidupnya al Farabi banyak berkarya. Jika ditinjau dari Ilmu Pengetahuan, karya-karya al- Farabi dapat ditinjau menjdi 6 bagian:
  1. Logika
  2. Ilmu-ilmu Matematika
  3. Ilmu Alam
  4. Teologi
  5. Ilmu Politik dan kenegaraan
  6. Bunga rampai (Kutub Munawwa’ah).
Karyanya yang paling terkenal adalah Al-Madinah Al-Fadhilah (Kota atau Negara Utama) yang membahas tentang pencapaian kebahagian melalui kehidupan politik dan hubungan antara rejim yang paling baik menurut pemahaman Plato dengan hukum Ilahiah Islam.

 
2. AL-BATANI


Al Battani (sekitar 858-929) juga dikenal sebagai Albatenius adalah seorang ahli astronomi dan matematikawan dari Arab. Al Battani nama lengkap: Abū Abdullāh Muhammad ibn Jābir ibn Sinān ar-Raqqī al-Harrani as-Sabi al-Battānī), lahir di Harran dekat Urfa.

Salah satu pencapaiannya yang terkenal dalam astronomi adalah tentang penentuan Tahun Matahari sebagai 365 hari, 5 jam, 46 menit dan 24 detik.

Al Battani juga menemukan sejumlah persamaan trigonometri:
Ia juga memecahkan persamaan sin x = a cos x dan menemukan rumus:
dan menggunakan gagasan al-Marwazi tentang tangen dalam mengembangkan persamaan-persamaan untuk menghitung tangen, cotangen dan menyusun tabel perhitungan tangen.

Al Battani bekerja di Suriah, tepatnya di ar-Raqqah dan di Damaskus, yang juga merupakan tempat wafatnya.


3. IBNU SINA

Ibnu Sina (980-1037) dikenal juga sebagai Avicenna di Dunia Barat adalah seorang filsuf, ilmuwan, dan juga dokter kelahiran Persia (sekarang sudah menjadi bagian Uzbekistan). Ia juga seorang penulis yang produktif dimana sebagian besar karyanya adalah tentang filosofi dan pengobatan. Bagi banyak orang, beliau adalah Bapak Pengobatan Modern dan masih banyak lagi sebutan baginya yang kebanyakan bersangkutan dengan karya-karyanya di bidang kedokteran. Karyanya yang sangat terkenal Qanun fi Thib  merupakan rujukan di bidang kedokteran selama berabad-abad.

Ibnu Sina bernama lengkap Abū ‘Alī al-Husayn bin ‘Abdullāh bin Sīnā lahir pada 980 di Afsyahnah daerah dekat Bukhara, sekarang wilayah Uzbekistan (kemudian Persia), dan meninggal pada bulan Juni 1037 di Hamadan, Persia (Iran).

Dia adalah pengarang dari 450 buku pada beberapa pokok bahasan besar, banyak di antaranya memusatkan pada filosofi dan kedokteran. Dia dianggap oleh banyak orang sebagai Bapak Kedokteran Modern, George Sarton menyebut Ibnu Sina sebagai "Ilmuwan paling terkenal dari Islam dan salah satu yang paling terkenal pada semua bidang, tempat, dan waktu". Karyanya yang paling terkenal adalah The Book of Healing dan The Canon of Medicine, dikenal juga sebagai sebagai Qanun (judul lengkap: Al-Qanun fi At Tibb).

Karya
  1. Qanun fi Thib (Canon of Medicine/Aturan Pengobatan)
  2. Asy Syifa (terdiri dari 18 jilid berisi tentang berbagai macam ilmu pengetahuan)
  3. An Najat


 
4. IBNU BATUTAH

Abu Abdullah Muhammad bin Battutah atau juga dieja Ibnu Batutah adalah seorang pengembara (penjelajah) Berber Maroko.

Atas dorongan Sultan Maroko, Ibnu Batutah mendiktekan beberapa perjalanan pentingnya kepada seorang sarjana bernama Ibnu Juzay, yang ditemuinya ketika sedang berada di Iberia. Meskipun mengandung beberapa kisah fiksi, Rihlah merupakan catatan perjalanan dunia terlengkap yang berasal dari abad ke-14.

Lahir di Tangier, Maroko antara tahun 1304 dan 1307, pada usia sekitar dua puluh tahun Ibnu Batutah berangkat haji - ziarah ke Mekah. Setelah selesai, dia melanjutkan perjalanannya hingga melintasi 120.000 kilometer sepanjang dunia Muslim (sekitar 44 negara modern).



 
5. IBNU RUSYD

Ibnu Rusyd (Ibnu Rushdi, Ibnu Rusyid, lahir tahun 1126 di Marrakesh Maroko, wafat tanggal 10 Desember 1198) juga dikenal sebagai Averroes, adalah seorang filsuf dari Spanyol (Andalusia).

Ikhtisar

Abu Walid Muhammad bin Rusyd lahir di Kordoba (Spanyol) pada tahun 520 Hijriah (1128 Masehi). Ayah dan kakek Ibnu Rusyd adalah hakim-hakim terkenal pada masanya. Ibnu Rusyd kecil sendiri adalah seorang anak yang mempunyai banyak minat dan talenta. Dia mendalami banyak ilmu, seperti kedokteran, hukum, matematika, dan filsafat. Ibnu Rusyd mendalami filsafat dari Abu Ja'far Harun dan Ibnu Baja.

Ibnu Rusyd adalah seorang jenius yang berasal dari Andalusia dengan pengetahuan ensiklopedik. Masa hidupnya sebagian besar diberikan untuk mengabdi sebagai "Kadi" (hakim) dan fisikawan. Di dunia barat, Ibnu Rusyd dikenal sebagai Averroes dan komentator terbesar atas filsafat Aristoteles yang memengaruhi filsafat Kristen di abad pertengahan, termasuk pemikir semacam St. Thomas Aquinas. Banyak orang mendatangi Ibnu Rusyd untuk mengkonsultasikan masalah kedokteran dan masalah hukum.
Pemikiran Ibnu Rusyd

Karya-karya Ibnu Rusyd meliputi bidang filsafat, kedokteran dan fikih dalam bentuk karangan, ulasan, essai dan resume. Hampir semua karya-karya Ibnu Rusyd diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dan Ibrani (Yahudi) sehingga kemungkinan besar karya-karya aslinya sudah tidak ada.

Filsafat Ibnu Rusyd ada dua, yaitu filsafat Ibnu Rusyd seperti yang dipahami oleh orang Eropa pada abad pertengahan; dan filsafat Ibnu Rusyd tentang akidah dan sikap keberagamaannya.

Karya 
  • Bidayat Al-Mujtahid
  • Kulliyaat fi At-Tib (Kuliah Kedokteran)
  • Fasl Al-Maqal fi Ma Bain Al-Hikmat Wa Asy-Syari’at


 
6. MUHAMMAD BIN MUSA AL-KHAWARIZMI

Muhammad bin Mūsā al-Khawārizmī adalah seorang ahli matematika, astronomi, astrologi, dan geografi yang berasal dari Persia. Lahir sekitar tahun 780 di Khwārizm (sekarang Khiva, Uzbekistan) dan wafat sekitar tahun 850 di Baghdad. Hampir sepanjang hidupnya, ia bekerja sebagai dosen di Sekolah Kehormatan di Baghdad

Buku pertamanya, al-Jabar, adalah buku pertama yang membahas solusi sistematik dari linear dan notasi kuadrat. Sehingga ia disebut sebagai Bapak Aljabar. Translasi bahasa Latin dari Aritmatika beliau, yang memperkenalkan angka India, kemudian diperkenalkan sebagai Sistem Penomoran Posisi Desimal di dunia Barat pada abad ke 12. Ia merevisi dan menyesuaikan Geografi Ptolemeus sebaik mengerjakan tulisan-tulisan tentang astronomi dan astrologi.

Kontribusi beliau tak hanya berdampak besar pada matematika, tapi juga dalam kebahasaan. Kata Aljabar berasal dari kata al-Jabr, satu dari dua operasi dalam matematika untuk menyelesaikan notasi kuadrat, yang tercantum dalam buku beliau. Kata logarisme dan logaritma diambil dari kata Algorismi, Latinisasi dari nama beliau. Nama beliau juga di serap dalam bahasa Spanyol Guarismo dan dalam bahasa Portugis, Algarismo yang berarti digit.

Biografi

Sedikit yang dapat diketahui dari hidup beliau, bahkan lokasi tempat lahirnya sekalipun. Nama beliau mungkin berasal dari Khwarizm (Khiva) yang berada di Provinsi Khurasan pada masa kekuasaan Bani Abbasiyah (sekarang Xorazm, salah satu provinsi Uzbekistan). Gelar beliau adalah Abū ‘Abdu llāh atau Abū Ja’far.

Sejarawan al-Tabari menamakan beliau Muhammad bin Musa al-Khwārizmī al-Majousi al-Katarbali. Sebutan al-Qutrubbulli mengindikasikan beliau berasal dari Qutrubbull, kota kecil dekat Baghdad.

Dalam Kitāb al-Fihrist Ibnu al-Nadim, kita temukan sejarah singkat beliau, bersama dengan karya-karya tulis beliau. Al-Khawarizmi menekuni hampir seluruh pekerjaannya antara 813-833. setelah Islam masuk ke Persia, Baghdad menjadi pusat ilmu dan perdagangan, dan banyak pedagang dan ilmuwan dari Cina dan India berkelana ke kota ini, yang juga dilakukan beliau. Dia bekerja di Baghdad pada Sekolah Kehormatan yang didirikan oleh Khalifah Bani Abbasiyah Al-Ma'mun, tempat ia belajar ilmu alam dan matematika, termasuk mempelajari terjemahan manuskrip Sanskerta dan Yunani.

Karya

Karya terbesar beliau dalam matematika, astronomi, astrologi, geografi, kartografi, sebagai fondasi dan kemudian lebih inovatif dalam aljabar, trigonometri, dan pada bidang lain yang beliau tekuni. Pendekatan logika dan sistematis beliau dalam penyelesaian linear dan notasi kuadrat memberikan keakuratan dalam disiplin aljabar, nama yang diambil dari nama salah satu buku beliau pada tahun 830 M, al-Kitab al-mukhtasar fi hisab al-jabr wa'l-muqabala atau: "Buku Rangkuman untuk Kalkulasi dengan Melengkapakan dan Menyeimbangkan”, buku pertama beliau yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Latin pada abad ke-12.

Pada buku beliau, Kalkulasi dengan angka Hindu, yang ditulis tahun 825, memprinsipkan kemampuan difusi angka India ke dalam perangkaan timur tengah dan kemudian Eropa. Buku beliau diterjemahkan ke dalam bahasa Latin, Algoritmi de numero Indorum, menunjukkan kata algoritmi menjadi bahasa Latin.

Beberapa kontribusi beliau berdasar pada Astronomi Persia dan Babilonia, angka India, dan sumber-sumber Yunani.

Sistemasi dan koreksi beliau terhadap data Ptolemeus pada geografi adalah sebuah penghargaan untuk Afrika dan Timur Tengah. Buku besar beliau yang lain, Kitab surat al-ard ("Pemandangan Bumi";diterjemahkan oleh Geography), yang memperlihatkan koordinat dan lokasi dasar yang diketahui dunia, dengan berani mengevaluasi nilai panjang dari Laut Mediterania dan lokasi kota-kota di Asia dan Afrika yang sebelumnya diberikan oleh Ptolemeus.

Ia kemudian mengepalai konstruksi peta dunia untuk Khalifah Al-Ma’mun dan berpartisipasi dalam proyek menentukan tata letak di Bumi, bersama dengan 70 ahli geografi lain untuk membuat peta yang kemudian disebut “ketahuilah dunia”. Ketika hasil kerjanya disalin dan ditransfer ke Eropa dan Bahasa Latin, menimbulkan dampak yang hebat pada kemajuan matematika dasar di Eropa. Ia juga menulis tentang astrolab dan sundial.

Kitab I - Aljabar

Al-Kitāb al-mukhtaṣar fī ḥisāb al-jabr wa-l-muqābala (Kitab yang Merangkum Perhitungan Pelengkapan dan Penyeimbangan) adalah buku matematika yang ditulis pada tahun 830. Kitab ini merangkum definisi aljabar. Terjemahan ke dalam bahasa Latin dikenal sebagai Liber algebrae et almucabala oleh Robert dari Chester (Segovia, 1145) dan juga oleh Gerardus dari Cremona.

Dalam kitab tersebut diberikan penyelesaian persamaan linear dan kuadrat dengan menyederhanakan persamaan menjadi salah satu dari enam bentuk standar (di sini b dan c adalah bilangan bulat positif)

dengan membagi koefisien dari kuadrat dan menggunakan dua operasi: al-jabr ( الجبر ) atau pemulihan atau pelengkapan) dan al-muqābala (penyetimbangan). Al-jabr adalah proses memindahkan unit negatif, akar dan kuadrat dari notasi dengan menggunakan nilai yang sama di kedua sisi. Contohnya, x^2 = 40x - 4x^2 disederhanakan menjadi 5x^2 = 40x. Al-muqābala adalah proses memberikan kuantitas dari tipe yang sama ke sisi notasi. Contohnya, x^2 + 14 = x + 5 disederhanakan ke x^2 + 9 = x.

Beberapa pengarang telah menerbitkan tulisan dengan nama Kitāb al-ǧabr wa-l-muqābala, termasuk Abū Ḥanīfa al-Dīnawarī, Abū Kāmil (Rasāla fi al-ǧabr wa-al-muqābala), Abū Muḥammad al-‘Adlī, Abū Yūsuf al-Miṣṣīṣī, Ibnu Turk, Sind bin ‘Alī, Sahl bin Bišr, dan Šarafaddīn al-Ṭūsī.

Kitab 2 - Dixit algorizmi

Buku kedua besar beliau adalah tentang aritmatika, yang bertahan dalam Bahasa Latin, tapi hilang dari Bahasa Arab yang aslinya. Translasi dilakukan pada abad ke-12 oleh Adelard of Bath, yang juga menerjemahkan tabel astronomi pada 1126.

Pada manuskrip Latin,biasanya tak bernama,tetapi umumnya dimulai dengan kata: Dixit algorizmi ("Seperti kata al-Khawārizmī"), atau Algoritmi de numero Indorum ("al-Kahwārizmī pada angka kesenian Hindu"), sebuah nama baru di berikan pada hasil kerja beliau oleh Baldassarre Boncompagni pada 1857. Kitab aslinya mungkin bernama Kitāb al-Jam’a wa-l-tafrīq bi-ḥisāb al-Hind ("Buku Penjumlahan dan Pengurangan berdasarkan Kalkulasi Hindu")

Kitab 3 - Rekonstruksi Planetarium

Peta abad ke-15 berdasarkan Ptolemeus sebagai perbandingan.

Buku ketiga beliau yang terkenal adalah Kitāb surat al-Ardh "Buku Pemandangan Dunia" atau "Kenampakan Bumi" diterjemahkan oleh Geography), yang selesai pada 833 adalah revisi dan penyempurnaan Geografi Ptolemeus, terdiri dari daftar 2402 koordinat dari kota-kota dan tempat geografis lainnya mengikuti perkembangan umum.

Hanya ada satu kopi dari Kitāb ṣūrat al-Arḍ, yang tersimpan di Perpustakaan Universitas Strasbourg. Terjemahan Latinnya tersimpan di Biblioteca Nacional de España di Madrid. Judul lengkap buku beliau adalah Buku Pendekatan Tentang Dunia, dengan Kota-Kota, Gunung, Laut, Semua Pulau dan Sungai, ditulis oleh Abu Ja’far Muhammad bin Musa al-Khawarizmi berdasarkan pendalaman geografis yang ditulis oleh Ptolemeus dan Claudius.

Buku ini dimulai dengan daftar bujur dan lintang, termasuk “Zona Cuaca”, yang menulis pengaruh lintang dan bujur terhadap cuaca. Oleh Paul Gallez, dikatakan bahwa ini sanagat bermanfaat untuk menentukan posisi kita dalam kondisi yang buruk untuk membuat pendekatan praktis. Baik dalam salinan Arab maupun Latin, tak ada yang tertinggal dari buku ini. Oleh karena itu, Hubert Daunicht merekonstruksi kembali peta tersebut dari daftar koordinat. Ia berusaha mencari pendekatan yang mirip dengan peta tersebut.
Buku 4 - Astronomi

Kampus Corpus Christi MS 283

Buku Zīj al-sindhind (tabel astronomi) adalah karya yang terdiri dari 37 simbol pada kalkulasi kalender astronomi dan 116 tabel dengan kalenderial, astronomial dan data astrologial sebaik data yang diakui sekarang.

Versi aslinya dalam Bahasa Arab (ditulis 820) hilang, tapi versi lain oleh astronomer Spanyol Maslama al-Majrīṭī (1000) tetap bertahan dalam bahasa Latin, yang diterjemahkan oleh Adelard of Bath (26 Januari 1126). Empat manuskrip lainnya dalam bahasa Latin tetap ada di Bibliothèque publique (Chartres), the Bibliothèque Mazarine (Paris), the Bibliotheca Nacional (Madrid) dan the Bodleian Library (Oxford).
Buku 5 - Kalender Yahudi

Al-Khawārizmī juga menulis tentang Penanggalan Yahudi (Risāla fi istikhrāj taʾrīkh al-yahūd "Petunjuk Penanggalan Yahudi"). Yang menerangkan 19-tahun siklus interkalasi, hukum yang mengatur pada hari apa dari suatu minggu bulan Tishrī dimulai; memperhitungkan interval antara Era Yahudi (penciptaan Adam) dan era Seleucid; dan memberikan hukum tentang bujur matahari dan bulan menggunakan Kalender Yahudi. Sama dengan yang ditemukan oleh al-Bīrūnī dan Maimonides.
Karya lainnya

Beberapa manuskrip Arab di Berlin, Istanbul, Tashkent, Kairo dan Paris berisi pendekatan material yang berkemungkinan berasal dari al-Khawarizmī. Manuskrip di Istanbul berisi tentang sundial, yang disebut dalam Fihirst. Karya lain, seperti determinasi arah Mekkah adalah salah satu astronomi sferik.

Dua karya berisi tentang pagi (Ma’rifat sa’at al-mashriq fī kull balad) dan determinasi azimut dari tinggi (Ma’rifat al-samt min qibal al-irtifā’).

Beliau juga menulis 2 buku tentang penggunaan dan perakitan astrolab. Ibnu al-Nadim dalam Kitab al-Fihrist (sebuah indeks dari bahasa Arab) juga menyebutkan Kitāb ar-Ruḵāma(t) (buku sundial) dan Kitab al-Tarikh (buku sejarah) tapi 2 yang terakhir disebut telah hilang.

 
7. UMAR KHAYYAM

'Umar Khayyām (18 Mei 1048 - 4 Desember 1131), dilahirkan di Nishapur, Iran. Nama aslinya adalah Ghiyātsuddin Abulfatah 'Umar bin Ibrahim Khayyāmi Nisyābūri . Khayyām berarti "pembuat tenda" dalam bahasa Persia.

Sang Matematikawan

Pada masa hidupnya, ia terkenal sebagai seorang matematikawan dan astronom yang memperhitungkan bagaimana mengoreksi kalender Persia. Pada 15 Maret 1079, Sultan Jalaluddin Maliksyah Saljuqi (1072-1092) memberlakukan kalender yang telah diperbaiki Umar, seperti yang dilakukan oleh Julius Caesar di Eropa pada tahun 46 SM dengan koreksi terhadap Sosigenes, dan yang dilakukan oleh Paus Gregorius XIII pada Februari 1552 dengan kalender yang telah diperbaiki Aloysius Lilius (meskipun Britania Raya baru beralih dari Kalender Julian kepada kalender Gregorian pada 1751, dan Rusia baru melakukannya pada 1918).

Dia pun terkenal karena menemukan metode memecahkan persamaan kubik dengan memotong sebuah parabola dengan sebuah lingkaran.
Sang astronom

Pada 1073, Malik-Syah, penguasa Isfahan, mengundang Khayyām untuk membangun dan bekerja pada sebuah observatorium, bersama-sama dengan sejumlah ilmuwan terkemuka lainnya. Akhirnya, Khayyām dengan sangat akurat (mengoreksi hingga enam desimal di belakang koma) mengukur panjang satu tahun sebagai 365,24219858156 hari.

Ia terkenal di dunia Persia dan Islam karena observasi astronominya. Ia pernah membuat sebuah peta bintang (yang kini lenyap) di angkasa.
Umar Khayyām dan Islam

Filsafat Umar Khayyām agak berbeda dengan dogma-dogma umum Islam. Tidak jelas apakah ia percaya akan kehadiran Allah atau tidak, namun ia menolak pemahaman bahwa setiap kejadian dan fenomena adalah akibat dari campur tangan ilahi. Ia pun tidak percaya akan Hari Kiamat atau ganjaran serta hukuman setelah kematian. Sebaliknya, ia mendukung pandangan bahwa hukum-hukum alam menjelaskan semua fenomena dari kehidupan yang teramati. Para pejabat keagamaan berulang kali meminta dia menjelaskan pandangan-pandangannya yang berbeda tentang Islam. Khayyām akhirnya naik haji ke Mekkah untuk membuktikan bahwa ia adalah seorang muslim.

Omar Khayyam, Sang Skeptik

Dan, sementara Ayam Jantan berkokok, mereka yang berdiri di muka / Rumah Minum berseru - "Bukalah Pintu! / Engkau tahu betapa sedikit waktu yang kami punyai untuk singgah, / Dan bila kami pergi, mungkin kami takkan kembali lagi."

Demikian pula bagi mereka yang bersiap-siap untuk HARI INI, / Dan meyangka setelah ESOK menatap, / Seorang muazzin berseru dari Menara Kegelapan / "Hai orang bodoh! ganjaranmu bukan di Sini ataupun di Sana!"

Mengapa, semua orang Suci dan orang Bijak yang mendiskusikan / Tentang Dua Dunia dengan begitu cerdas, disodorkannya / Seperti Nabi-nabi bodoh; Kata-kata mereka untuk Dicemoohkan / Ditaburkan, dan mulut mereka tersumbat dengan Debu.

Oh, datanglah dengan Khayyam yang tua, dan tinggalkanlah Yang Bijak / Untuk berbicara; satu hal yang pasti, bahwa Kehidupan berjalan cepat; / Satu hal yang pasti, dan Sisanya adalah Dusta; / Bunga yang pernah sekali mekar, mati untuk selama-lamanya.

Diriku ketika masih muda begitu bergariah mengunjungi / Kaum Cerdik pandai dan Orang Suci, dan mendengarkan Perdebatan besar / Tentang ini dan tentang: namun terlebih lagi / Keluar dari Pintu yang sama seperti ketika kumasuk.

Dengan Benih Hikmat aku menabur, / Dan dengan tanganku sendiri mengusahakannya agar bertumbuh; / Dan cuma inilah Panen yang kupetik - / "Aku datang bagai Air, dan bagaikan Bayu aku pergi."

Ke dalam Jagad ini, dan tanpa mengetahui, / Entah ke mana, seperti Air yang mengalir begitu saja: / Dan dari padanya, seperti Sang Bayu yang meniup di Padang, / Aku tak tahu ke mana, bertiup sesukanya.

Jari yang Bergerak menulis; dan, setelah menulis, / Bergerak terus: bukan Kesalehanmu ataupun Kecerdikanmu / Yang akan memanggilnya kembali untuk membatalkan setengah Garis, / Tidak juga Air matamu menghapuskan sepatah Kata daripadanya.

Dan Cawan terbalik yang kita sebut Langit, / Yang di bawahnya kita merangkak hidup dan mati, / Janganlah mengangkat tanganmu kepadanya meminta tolong - karena Ia / Bergelung tanpa daya seperti Engkau dan Aku.

Omar Khayyám, Penulis dan Penyair

Omar Khayyám kini terkenal bukan hanya keberhasilan ilmiahnya, tetapi karena karya-karya sastranya. Ia diyakini telah menulis sekitar seribu puisi 400 baris. Di dunia berbahasa Inggris, ia paling dikenal karena The Rubáiyát of Omar Khayyám dalam terjemahan bahasa Inggris oleh Edward Fitzgerald (1809-1883).

Orang lain juga telah menerbitkan terjemahan-terjemahan sebagian dari rubáiyátnya (rubáiyát berarti "kuatrain"), tetapi terjemahan Fitzgeraldlah yang paling terkenal. Ada banyak pula terjemahan karya ini dalam bahasa-bahasa lain.



8. TSABIT BIN QURRAH

Abu'l Hasan Tsabit bin Qurra' bin Marwan al-Sabi al-Harrani, (826 – 18 Februari 901) adalah seorang astronom dan matematikawan dari Arab, dan dikenal pula sebagai Thebit dalam bahasa Latin.

Tsabit lahir di kota Harran, Turki. Tsabit menempuh pendidikan di Baitul Hikmah di Baghdad atas ajakan Muhammad ibn Musa ibn Shakir. Tsabit menerjemahkan buku Euclid yang berjudul Elements dan buku Ptolemy yang berjudul Geograpia.

Al-Sabiʾ Thabit bin Qurra al-Ḥarrānī, Latin: Thebit / Thebith / Tebit, 826 - 18 Februari, 901) adalah seorang ahli matematika, dokter, astronom, dan penerjemah Islam Golden Age yang tinggal di Baghdad pada paruh kedua abad kesembilan.

Ibnu Qurra membuat penemuan penting dalam aljabar, geometri, dan astronomi. Dalam astronomi, Thabit dianggap sebagai salah satu dari para reformis pertama dari sistem Ptolemaic, dan dalam mekanika dia adalah seorang pendiri statika.



9. MUHAMMAD BIN ZAKARIYA AL-RAZI

Abu Bakar Muhammad bin Zakaria ar-Razi atau dikenali sebagai Rhazes di dunia barat merupakan salah seorang pakar sains Iran yang hidup antara tahun 864 - 930. Ia lahir di Rayy, Teheran pada tahun 251 H./865 dan wafat pada tahun 313 H/925.

Ar-Razi sejak muda telah mempelajari filsafat, kimia, matematika dan kesastraan. Dalam bidang kedokteran, ia berguru kepada Hunayn bin Ishaq di Baghdad. Sekembalinya ke Teheran, ia dipercaya untuk memimpin sebuah rumah sakit di Rayy. Selanjutnya ia juga memimpin Rumah Sakit Muqtadari di Baghdad.

Ar-Razi juga diketahui sebagai ilmuwan serbabisa dan dianggap sebagai salah satu ilmuwan terbesar dalam sejarah.

Biografi

Ar-Razi lahir pada tanggal 28 Agustus 865 Hijirah dan meninggal pada tanggal 9 Oktober 925 Hijriah. Nama Razi-nya berasal dari nama kota Rayy. Kota tersebut terletak di lembah selatan jajaran Dataran Tinggi Alborz yang berada di dekat Teheran, Iran. Di kota ini juga, Ibnu Sina menyelesaikan hampir seluruh karyanya.

Saat masih kecil, ar-Razi tertarik untuk menjadi penyanyi atau musisi tapi dia kemudian lebih tertarik pada bidang alkemi. Pada umurnya yang ke-30, ar-Razi memutuskan untuk berhenti menekuni bidang alkemi dikarenakan berbagai eksperimen yang menyebabkan matanya menjadi cacat. Kemudian dia mencari dokter yang bisa menyembuhkan matanya, dan dari sinilah ar-Razi mulai mempelajari ilmu kedokteran.

Dia belajar ilmu kedokteran dari Ali ibnu Sahal at-Tabari, seorang dokter dan filsuf yang lahir di Merv. Dahulu, gurunya merupakan seorang Yahudi yang kemudian berpindah agama menjadi Islam setelah mengambil sumpah untuk menjadi pegawai kerajaan dibawah kekuasaan khalifah Abbasiyah, al-Mu'tashim.

Razi kembali ke kampung halamannya dan terkenal sebagai seorang dokter disana. Kemudian dia menjadi kepala Rumah Sakit di Rayy pada masa kekuasaan Mansur ibnu Ishaq, penguasa Samania. Ar-Razi juga menulis at-Tibb al-Mansur yang khusus dipersembahkan untuk Mansur ibnu Ishaq. Beberapa tahun kemudian, ar-Razi pindah ke Baghdad pada masa kekuasaan al-Muktafi dan menjadi kepala sebuah rumah sakit di Baghdad.

Setelah kematian Khalifan al-Muktafi pada tahun 907 Masehi, ar-Razi memutuskan untuk kembali ke kota kelahirannya di Rayy, dimana dia mengumpulkan murid-muridnya. Dalam buku Ibnu Nadim yang berjudul Fihrist, ar-Razi diberikan gelar Syaikh karena dia memiliki banyak murid. Selain itu, ar-Razi dikenal sebagai dokter yang baik dan tidak membebani biaya pada pasiennya saat berobat kepadanya.

Kontribusi 

Bidang Kedokteran
Cacar dan campak

Sebagai seorang dokter utama di rumah sakit di Baghdad, ar-Razi merupakan orang pertama yang membuat penjelasan seputar penyakit cacar:

"Cacar terjadi ketika darah 'mendidih' dan terinfeksi, dimana kemudian hal ini akan mengakibatkan keluarnya uap. Kemudian darah muda (yang kelihatan seperti ekstrak basah di kulit) berubah menjadi darah yang makin banyak dan warnanya seperti anggur yang matang. Pada tahap ini, cacar diperlihatkan dalam bentuk gelembung pada minuman anggur. Penyakit ini dapat terjadi tidak hanya pada masa kanak-kanak, tapi juga masa dewasa. Cara terbaik untuk menghindari penyakit ini adalah mencegah kontak dengan penyakit ini, karena kemungkinan wabah cacar bisa menjadi epidemi."

Diagnosa ini kemudian dipuji oleh Ensiklopedia Britanika (1911) yang menulis: "Pernyataan pertama yang paling akurat dan tepercaya tentang adanya wabah ditemukan pada karya dokter Persia pada abad ke-9 yaitu Rhazes, dimana dia menjelaskan gejalanya secara jelas, patologi penyakit yang dijelaskan dengan perumpamaan fermentasi anggur dan cara mencegah wabah tersebut."

Buku ar-Razi yaitu Al-Judari wal-Hasbah (Cacar dan Campak) adalah buku pertama yang membahas tentang cacar dan campak sebagai dua wabah yang berbeda. Buku ini kemudian diterjemahkan belasan kali ke dalam Latin dan bahasa Eropa lainnya. Cara penjelasan yang tidak dogmatis dan kepatuhan pada prinsip Hippokrates dalam pengamatan klinis memperlihatkan cara berpikir ar-Razi dalam buku ini.

Berikut ini adalah penjelasan lanjutan ar-Razi: "Kemunculan cacar ditandai oleh demam yang berkelanjutan, rasa sakit pada punggung, gatal pada hidung dan mimpi yang buruk ketika tidur. Penyakit menjadi semakin parah ketika semua gejala tersebut bergabung dan gatal terasa di semua bagian tubuh. Bintik-bintik di muka mulai bermunculan dan terjadi perubahan warna merah pada muka dan kantung mata. Salah satu gejala lainnya adalah perasaan berat pada seluruh tubuh dan sakit pada tenggorokan."

Alergi dan demam

Razi diketahui sebagai seorang ilmuwan yang menemukan penyakit "alergi asma", dan ilmuwan pertama yang menulis tentang alergi dan imunologi. Pada salah satu tulisannya, dia menjelaskan timbulnya penyakit rhintis setelah mencium bunga mawar pada musim panas. Razi juga merupakan ilmuwan pertama yang menjelaskan demam sebagai mekanisme tubuh untuk melindungi diri.

Farmasi

Pada bidang farmasi, ar-Razi juga berkontribusi membuat peralatan seperti tabung, spatula dan mortar. Ar-razi juga mengembangkan obat-obatan yang berasal dari merkuri.

Etika kedokteran

Ar-Razi juga mengemukakan pendapatnya dalam bidang etika kedokteran. Salah satunya adalah ketika dia mengritik dokter jalanan palsu dan tukang obat yang berkeliling di kota dan desa untuk menjual ramuan. Pada saat yang sama dia juga menyatakan bahwa dokter tidak mungkin mengetahui jawaban atas segala penyakit dan tidak mungkin bisa menyembuhkan semua penyakit, yang secara manusiawi sangatlah tidak mungkin. Tapi untuk meningkatkan mutu seorang dokter, ar-Razi menyarankan para dokter untuk tetap belajar dan terus mencari informasi baru. Dia juga membuat perbedaan antara penyakit yang bisa disembuhkan dan yang tidak bisa disembuhkan. Ar-Razi kemudian menyatakan bahwa seorang dokter tidak bisa disalahkan karena tidak bisa menyembuhkan penyakit kanker dan kusta yang sangat berat. Sebagai tambahan, ar-Razi menyatakan bahwa dia merasa kasihan pada dokter yang bekerja di kerajaan, karena biasanya anggota kerajaan suka tidak mematuhi perintah sang dokter.

Ar-Razi juga mengatakan bahwa tujuan menjadi dokter adalah untuk berbuat baik, bahkan sekalipun kepada musuh dan juga bermanfaat untuk masyarakat sekitar.
Buku-buku Ar-Razi pada bidang kedokteran

Berikut ini adalah karya ar-Razi pada bidang kedokteran yang dituliskan dalam buku:
  • Hidup yang Luhur
  • Petunjuk Kedokteran untuk Masyarakat Umum
  • Keraguan pada Galen
  • Penyakit pada Anak



10. ABU MUSA JABIR BIN HAYYAN

Abu Musa Jabir bin Hayyan, atau dikenal dengan nama Geber di dunia Barat, diperkirakan lahir di Kuffah, Irak pada tahun 722 dan wafat pada tahun 804. Kontribusi terbesar Jabir adalah dalam bidang kimia. Keahliannya ini didapatnya dengan ia berguru pada Barmaki Vizier, pada masa pemerintahan Harun Ar-Rasyid di Baghdad. Ia mengembangkan teknik eksperimentasi sistematis di dalam penelitian kimia, sehingga setiap eksperimen dapat direproduksi kembali. Jabir menekankan bahwa kuantitas zat berhubungan dengan reaksi kimia yang terjadi, sehingga dapat dianggap Jabir telah merintis ditemukannya hukum perbandingan tetap.

Kontribusi lainnya antara lain dalam penyempurnaan proses kristalisasi, distilasi, kalsinasi, sublimasi dan penguapan serta pengembangan instrumen untuk melakukan proses-proses tersebut.

Bapak Kimia Arab ini dikenal karena karya-karyanya yang sangat berpengaruh pada ilmu kimia dan metalurgi.

Karya Jabir antara lain:
  • Kitab Al-Kimya (diterjemahkan ke Inggris menjadi The Book of the Composition of Alchemy)
  • Kitab Al-Sab'een
  • Kitab Al Rahmah
  • Al Tajmi
  • Al Zilaq al Sharqi
  • Book of The Kingdom
  • Book of Eastern Mercury
  • Book of Balance'